01Feb
Ketika mulut terkunci untuk bersama hati menampilkan kesempurnaan, angan berjalan menembus batas mampu. Mulut hanya bisa diam merengkuh hening, berjalan dengan tatapan kosong kedepan.
Menutup semua jalan dibelakang, tak ada kompromi, kepastian alami.
Aku harap tanah berjalan dengan seksama, mengikuti hati dalam naungan Ilahi. Tapi tidak melihat mereka, yang kudengar hanya raung.
Aku tidak niat untuk lari, berjalan dalam kilatan cahaya yang kadang menyilaukan, bahkan membutakanku.
Tapi aku sadar semuanya akan kembali.
30Jan
Orang bijak banyak yang bilang bahwa cobaan adalah Kasih Sayang Allah, dan saya pun menganggap demikian. Banyak contoh yang mendukung hal itu, tapi terkadang yang menjalaninya akan terasa berat dan tidak kadang pula kita terjebak dalam kesedihan yang berkelanjutan.
Semua kita berharap semua cobaan yang menimpa semua diantara kita bisa dihadapi dan disikapi sebagai kasih sayang Allah, yang nantinya akan diganti dengan kenikmatan yang lain, yang lebih besar, Amiin.
Saya jadi inget filosofi yang pernah saya perbincangkan dengan salah satu teman, filosofi pemandangan sungai di desa. Kami, waktu itu sempat satu pesawat ke sebuah kota di di kepulauan sulawesi, naik pesawat foker yang terbang tingginya hanya beberapa meter diatas pohon kelapa. Keunikan lain dari pesawat itu adalah ada asbak rokok di setiap kursinya, dan asbak itu berisi puntung ketika kami naik. Sudah dapat dipastikan, gak ada tempat duduk yang diatur, jika ingin mendapatkan tempat yang enak, Anda sedikit memerlukan otot untuk berlomba. Untung waktu itu kami ditemani orang pribumi sebagai pengatur perjalanan.
Read more »