<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Deden Sansan Hasanudin &#187; Writing</title>
	<atom:link href="http://www.hasanudin.name/category/mindical/writing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hasanudin.name</link>
	<description>Tulisan seorang deden</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2010 23:31:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Bunda</title>
		<link>http://www.hasanudin.name/2009/12/bunda/</link>
		<comments>http://www.hasanudin.name/2009/12/bunda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 06:17:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Writing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hasanudin.name/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Kedua kalinya kau merasakat sakit sakit yang tak terperi, sakit untuk membawa kehidupan baru baringmu.. bayanganmu.. ku tau kau sangat galau dia.. dia.. aku.. dan kamu.. semua bersepakat untuk senyum senyum bangga atas mu dan senyum bahagia atas yang baru.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kedua kalinya kau merasakat sakit<br />
sakit yang tak terperi,<br />
sakit untuk membawa kehidupan baru</p>
<p>baringmu..<br />
bayanganmu..<br />
ku tau kau sangat galau</p>
<p>dia..<br />
dia..<br />
aku..<br />
dan kamu..</p>
<p>semua bersepakat untuk senyum<br />
senyum bangga atas mu<br />
dan senyum bahagia atas yang baru.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasanudin.name/2009/12/bunda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Desember Tujuh Kosong Sembilan</title>
		<link>http://www.hasanudin.name/2009/12/desember-tujuh-kosong-sembilan/</link>
		<comments>http://www.hasanudin.name/2009/12/desember-tujuh-kosong-sembilan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 23:35:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Self]]></category>
		<category><![CDATA[Writing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hasanudin.name/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Seberkas sinar hangat datang dari auramu sinar dan kehangatan cinta cinta seperti sinar mentari tiada henti walaupun tidak diperduli damai ku rasa tentram dalam hati, ketika pertama ku lihat kamu. bahagia menjalar ke seluruh kujurku tubuh mungil tatapan polos suara yang hanya itu menyusup dalam sanubari diam, dan hanya sunyi harap kupanjatkan agar kamu menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seberkas sinar hangat datang dari auramu<br />
sinar dan kehangatan cinta<br />
cinta seperti sinar mentari<br />
tiada henti walaupun tidak diperduli</p>
<p>damai ku rasa<br />
tentram dalam hati,<br />
ketika pertama ku lihat kamu.<br />
bahagia menjalar ke seluruh kujurku</p>
<p>tubuh mungil<br />
tatapan polos<br />
suara yang hanya itu<br />
menyusup dalam sanubari</p>
<p>diam, dan hanya sunyi</p>
<p>harap kupanjatkan<br />
agar kamu menjadi sempurna<br />
sempurna bukan hanya satu<br />
tapi semua</p>
<p>yang berada dalam satu<br />
ketinggian atasmu<br />
dari sang Maha Penyayang<br />
dan bagi kami</p>
<p>terakhir,<br />
kusisipkan doa bapakku<br />
yg akan menjadikan kita satu<br />
baik ada ataupun abu</p>
<p>selamat datang putriku..</p>
<p>Ai Ra Namiah Aliya Hasanudin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasanudin.name/2009/12/desember-tujuh-kosong-sembilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayah Pulang</title>
		<link>http://www.hasanudin.name/2009/02/ayah-pulang/</link>
		<comments>http://www.hasanudin.name/2009/02/ayah-pulang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 07:05:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Writing]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Kota]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan Malam]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedenhasanudin.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Malam mulai merambat mendekap kota Jakarta, menebar kegelapan, menutupi segala gairah manusia yang menyebar sejak pagi buta, berlalu-lalang di penjuru Ibu Kota. Tapi, manusia itu terlalu angkuh untuk tunduk kepada gelapnya malam, mereka berlomba dengan waktu untuk memenuhi hasrat yang selalu muncul, bagaikan buih dari deburan ombak. Mereka bersekutu dengan lampu untuk menggantikan sang mentari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malam mulai merambat mendekap kota Jakarta, menebar kegelapan, menutupi segala gairah manusia yang menyebar sejak pagi buta, berlalu-lalang di penjuru Ibu Kota.</p>
<p>Tapi, manusia itu terlalu angkuh untuk tunduk kepada gelapnya malam, mereka berlomba dengan waktu untuk memenuhi hasrat yang selalu muncul, bagaikan buih dari deburan ombak. Mereka bersekutu dengan lampu untuk menggantikan sang mentari yang selalu tunduk pada sang Maha Pengatur. </p>
<p>Mereka membuat kegaduhan seakan malam tidak pernah melalui dirinya, berpura-pura ketika badannya ingin tunduk dan ikut sang malam. Mengaso seiring dengan eratnya rengkuhan malam.</p>
<p>Sebagian dari mereka menikmati keadaan itu, entah karena harus atau terbiasa.</p>
<p>Sebagian dari mereka tersiksa dan ingin kembali bercengkrama dengan sang malam sesuai dengan kodratnya, menikmati halusnya keheningan yang merambat menentramkan jiwa, berbaring untuk membiarkan seluruh organ tubuh menikmati masa-masa berharganya.</p>
<p>Sebagian dari mereka telah berhasil mengalahkan sang penguasa keinginan itu, bercengkrama dengan syahdunya malam dan tinggal dalam surga di bawah atap rumahnya, berpelukan dengan anak yang selalu di cintainya, didampingi sang istri, seakan bidadari baginya. Bercengkrama sambil dipeluk erat sang malam, dalam hening dan damai.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasanudin.name/2009/02/ayah-pulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang-orang bekepala batu.</title>
		<link>http://www.hasanudin.name/2008/12/orang-orang-bekepala-batu/</link>
		<comments>http://www.hasanudin.name/2008/12/orang-orang-bekepala-batu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 21:21:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Writing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedenhasanudin.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin bagi sebagian orang akan merasa ganjil jika berada di dunia ini, dunia dimana semua orang mempunyai kepala batu, Ya.. kepala yang terbuat dari batu. Aku menyangka kepala batu adalah hal khiasan yang dibuat oleh para orang tuaku dulu untuk orang yang susah dikasih tahu orang lain. Sekarang, setelah pernah masuk di dunia ini, aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin bagi sebagian orang akan merasa ganjil jika berada di dunia ini, dunia dimana semua orang mempunyai kepala batu, Ya.. kepala yang terbuat dari batu. Aku menyangka kepala batu adalah hal khiasan yang dibuat oleh para orang tuaku dulu untuk orang yang susah dikasih tahu orang lain. Sekarang, setelah pernah masuk di dunia ini, aku jadi tahu. Mungkin para orang tuaku dulu pernah berada disini juga, ketika mereka kembali bersamaku, mereka mengatakan kepala batu ini yang masih aku anggap istilah sampai beberapa saat yang lalu.</p>
<p>Di sana, setiap orang sudah terbiasa dengan hal ini, sehingga mereka tidak mempunyai perasaan yang aneh. Mereka berprilaku yang sama, sama persis dengan perkataan orang tuaku dulu, jika orang lain melarang dia untuk melakukan sesuatu, atau memberitahu bahwa hal yang dilakukannya adalah hal yang tidak baik, maka mereka dengan serta merta tidak mengindahkannya, paling-paling hanya senyum-senyum dan masih melakukan hal itu.</p>
<p><span id="more-27"></span>Waktu pertama kali datang ke dunia ini aku masih tekagum-kagum dengan ciptaan Tuhan yang demikian ragam, dan akhirnya sampai pada tingkatan aku merasa sangat tidak nyaman. Bukan membenci dunia ini, tapi dalam fikirku jika aku tidak melakukan sesuatu terhadap dunia ini, maka aku akan sama saja dengan mereka, mempunyai kepala batu. Jika aku tidak melakukan apa-apa, maka aku telah menghianati apa yang telah diajarkan oleh para orang tua dulu, untuk berjalan di rel kebenaran. Dan, jika ini terjadi, akan dimana aku berdiri pada waktu nanti berhadapan dengan sang Maha Pencipta?!&#8230; Menakutkan&#8230;</p>
<p>Tapi&#8230; begitulah disana, sudah menjadi kebiasaan didunianya. Bahkan orang-orang  bijak disana membuatku sedikit geli, yang mengajarkan padaku untuk melayani prilaku mereka itu dengan besar hati, tidak langsung menanggapinya dengan negatif, bahkan mereka menyarankan untuk berakrab dengan para kepala batu itu. Ah.. sungguh aneh orang bijak disana, bukannya, setidaknya, kita memberitahukan orang-orang tersebut bahwa kepala mereka itu adalah kepala batu, hasil evolusi dari tingkah laku mereka setiap hari yang menjadi kebiasaan, yang bukan kebiasaan baik menurutku, atau menurut garis-garis besar haluan kebaikan.</p>
<p>Memang apakah betul si kepala batu itu salah? atau setidaknya, mereka bisa mempunyai kepala yang bukan batu?</p>
<p>Menurutku bisa! Asalkan mereka yang mau merendahkan hati, dan mau mengkaji apa yang terjadi pada lingkungannya, terutama pada kepalanya itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasanudin.name/2008/12/orang-orang-bekepala-batu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Driving Safety Distance Disorder</title>
		<link>http://www.hasanudin.name/2007/12/safety-distance-disorder/</link>
		<comments>http://www.hasanudin.name/2007/12/safety-distance-disorder/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 20:24:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Writing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedenhasanudin.wordpress.com/2007/12/06/safety-distance-disorder/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam beberapa bulan terakhir sering aku dengar tentang OCD (Obsessive-compulsive disorder) yaitu penyakit secara psychiatric yang mempunyai obsesi sangat kuat terhadap sesuatu, sehingga dia mengalami gangguan hidup yang tidak semestinya. Bahkan setidaknya ada dua film yang tokoh utamanya mempunyai penyakit tersebut, katakanlah Prison Break dan Monk. Film-film tersebut jadi menarik karena ternyata penyakit tersebut bukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam beberapa bulan terakhir sering aku dengar tentang OCD (Obsessive-compulsive disorder) yaitu penyakit secara psychiatric yang mempunyai obsesi sangat kuat terhadap sesuatu, sehingga dia mengalami gangguan hidup yang tidak semestinya. Bahkan setidaknya ada dua film yang tokoh utamanya mempunyai penyakit tersebut, katakanlah Prison Break dan Monk.</p>
<p>Film-film tersebut jadi menarik karena ternyata penyakit tersebut bukan hanya berdampak negatif bagi penderitanya, tapi justru sebaliknya. Mr. Monk (Adrian Monk) dalam serial Monk mempunyai kelebihan untuk bisa melihat lingkungan dengan jelas, sehingga berbagai kasus kriminal dia bisa selesaikan dengan cerdas. Scoffield dalam Prison Break, bisa mengeluarkan beberapa napi dari penjara yang dijaga ketat, semuanya dia rencanakan sendiri.</p>
<p>Tapi dalam cerita hidupku aku menumukan <em>disorder</em> yang lain, dan saya sebut Driving Safety Distance Disorder. <em>Disorder</em> ini merupakan <em>disorder</em> yang diderita oleh salah seorang sopir omprengan yang setiap pagi aku selalu gunakan untuk berangkat ke kantor. Tapi untungnya sopir yang seperti ini hanya ada satu dari sekian banyak supir omprengan tersebut.</p>
<p>Disorder yang diderita sopir ini cukup unik, yaitu dia mempunyai kebiasaan nyalib mobil dengan jarak yang sangat menghawatirka, dalam bahasa lugasnya sering saya <em>sebut nempel</em>. Bukan hanya sekali atau dua kali, hal ini sering dia lakukan. Bahkan pernah satu saat, mobil yang di kendarainya beradu dengan truk yang dia salib dari sebelah kiri dan menyebabkan &#8220;sedikit&#8221; benturan antara belakang mobil suzuki carry merah-nya yang berplat nomor B 2300 ?? dengan truk yang dia salib. Keadaan paling naas adalah saya persis ada di bagian yang terbentur itu.</p>
<p>Yang paling mengkhawatirkan adalah dia tidak merasa hal itu sebagai susuatu yang tidak seharusnya, dia sangat tenang melakukannya. Mengambil jalur bahu jalan yang sempit diselingi dengan menabrak rubber con pembatas jalan dia lakukan dengan senyum dan muka bangga.</p>
<p>Mudah-mudahan dia cepat sembuh dari penyakitnya ini, atau ada mahasiswa bagian psikologi yang melakukan riset tentang penyakit ini dan setelah jadi psikolog, mahasiswa tersebut bisa memberikan obatnya untuk diminumnya supaya sembuh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hasanudin.name/2007/12/safety-distance-disorder/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

