• Nama lengkapku Deden Sansan Hasanudin. Tapi, nama tersebut sebenarnya bukan nama sejak lahir. Bapakku (Djunaedi Suparman, alm.) memberi nama pada anaknya yang baru lahir adalah Hasanudin. Awalnya aku kira nama ini diambil dari Sultan Hasanuddin dari makasar, tapi setelah sekian lama, atas dasar pemberitahuan ibuku, ternyata Hasanudin itu diambil dari sultan Banten Sultan Maulana Hasanudin. Dari ibuku juga, aku tahu dasarpemberian nama tersebut. Ayahku memberi nama Hasanudi, karena sang Sultan mampu memberikan perkembangan yang sangat pesat kepada kota Banten dengan adanya pelabuhan disana.

    Masa kecilku dihabiskan di kampung, sekolah pertamaku adalah SD kampung nun jauh disana, dipelosok Cianjur Selatan. Sebelum naik ke kelas dua aku sudah pindah SD ke Sukabumi, agak maju kekota. Di SD tersebut hanya sampai kelas 3, dan ketika kelas 4 aku pindah ke SD swasta di Cicurug. Bukan SD elit dan bukan pula SD percontohan, tapi disanalah tempat belajarku. SMP aku lanjutkan di kota yang sama, tapi kali ini berkesempatan di SMP Negeri, yaitu SMPN 1 Cicurug. Dan SMA masuk ke SMA 1 Sumabumi, mengambil major di Fisika dan berhasil masuk ke Politeknik ITB yang sekarang berubah nama jadi Politeknik Negeri Bandung. Disinilah petualangan hidup baru dimulai, mengambil langkah hidup yang selanjutnya aku telusuri sammpai sekarang, yaitu jadi seorang pekerja yang berhubungan dengan komputer atau sistem informasi. Namun, tidak bermaksud merubah jalan hidupku apalagi menyesali pekerjaanku di bidang komputer, gelar S1 yang disandang sekarang adalah Sarjana Ekonomi dari Program Ekstension Universitas Indonesia. Dengan pengetahuan manajemen ini agak sedikit membuka pengetahuanku di bidang lain sebagai komputer

    Karir dalam bekerja diawali dengan membantu para dosen di Poltek ITB yang sedang mengerjakan proyek di Palembang – Sumatra Selatan. Sebelum proyek itu selesai pekerjaanku beralih ke anak perusahaan Texmaco, masih di bagian IT ISCorp namanya. Karena sesuatu hal, setelah kontrak habis selama 6 bulan, pekerjaanku pindah ke Konsultan IT yang tidak terkenal. Mengerjakan proyek antusias di Bank Indonesia yang berakhir dengan bubarnya para karyawan perusahaan tersebut. Bubarnya perusahaan itu diawali dengan keluarnya salah satu pejuang di perusahaan itu, dan akhirnya aku terdampar di salah satu perusahaan milik salah satu karyawan di perusahaan konsultan sebelumnya. Pada kesempatan selanjutnya aku ada tawaran menjadi Honorer di BI untuk melanjutkan proyek yang dulu, hanya bertahan dua tahun. Dan sekarang masih bekerja di bagian IT juga, terdampar di perusahaan asuransi join venture antara Samsung dan Tugu Pratama. Dan.. disinilah untuk saat ini.

    Sawala

    Sawala adalah nama yang saya pilih untuk bergabung dengan dunia virtual, Internet! Nama tersebut saya pilih karena dari pertama kali menemukannya saya sudah merasakan ikatan secara tidak kentara. Akhirnya saya membuat sawala itu menjadi situs yang saya kelola sendiri, http://sawala.com!

    Berbeda dari blog ini, sawala dibuat untuk mendokumentasikan beberapa ide dan ilmu yang telah didapat secara lebih profesional dengan harapan bisa berguna bagi saya dan mungkin bagi yang lain.. Mungkin?!