Mungkin bagi sebagian orang akan merasa ganjil jika berada di dunia ini, dunia dimana semua orang mempunyai kepala batu, Ya.. kepala yang terbuat dari batu. Aku menyangka kepala batu adalah hal khiasan yang dibuat oleh para orang tuaku dulu untuk orang yang susah dikasih tahu orang lain. Sekarang, setelah pernah masuk di dunia ini, aku jadi tahu. Mungkin para orang tuaku dulu pernah berada disini juga, ketika mereka kembali bersamaku, mereka mengatakan kepala batu ini yang masih aku anggap istilah sampai beberapa saat yang lalu.
Di sana, setiap orang sudah terbiasa dengan hal ini, sehingga mereka tidak mempunyai perasaan yang aneh. Mereka berprilaku yang sama, sama persis dengan perkataan orang tuaku dulu, jika orang lain melarang dia untuk melakukan sesuatu, atau memberitahu bahwa hal yang dilakukannya adalah hal yang tidak baik, maka mereka dengan serta merta tidak mengindahkannya, paling-paling hanya senyum-senyum dan masih melakukan hal itu.
Waktu pertama kali datang ke dunia ini aku masih tekagum-kagum dengan ciptaan Tuhan yang demikian ragam, dan akhirnya sampai pada tingkatan aku merasa sangat tidak nyaman. Bukan membenci dunia ini, tapi dalam fikirku jika aku tidak melakukan sesuatu terhadap dunia ini, maka aku akan sama saja dengan mereka, mempunyai kepala batu. Jika aku tidak melakukan apa-apa, maka aku telah menghianati apa yang telah diajarkan oleh para orang tua dulu, untuk berjalan di rel kebenaran. Dan, jika ini terjadi, akan dimana aku berdiri pada waktu nanti berhadapan dengan sang Maha Pencipta?!… Menakutkan…
Tapi… begitulah disana, sudah menjadi kebiasaan didunianya. Bahkan orang-orang bijak disana membuatku sedikit geli, yang mengajarkan padaku untuk melayani prilaku mereka itu dengan besar hati, tidak langsung menanggapinya dengan negatif, bahkan mereka menyarankan untuk berakrab dengan para kepala batu itu. Ah.. sungguh aneh orang bijak disana, bukannya, setidaknya, kita memberitahukan orang-orang tersebut bahwa kepala mereka itu adalah kepala batu, hasil evolusi dari tingkah laku mereka setiap hari yang menjadi kebiasaan, yang bukan kebiasaan baik menurutku, atau menurut garis-garis besar haluan kebaikan.
Memang apakah betul si kepala batu itu salah? atau setidaknya, mereka bisa mempunyai kepala yang bukan batu?
Menurutku bisa! Asalkan mereka yang mau merendahkan hati, dan mau mengkaji apa yang terjadi pada lingkungannya, terutama pada kepalanya itu.

Leave a Comment